Tampilkan postingan dengan label belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Agustus 2010

belajar motor kopling "satria"

choco telah berhasil naek motor kopling
hore....
karena sebelumnya choco baru bisa yang motor non kopling, yang otomatis juga udah bisa. jadi seneng aja klo udah bisa semuanya,,,  ga perlu sampai tahapan ahli, tapi yang penting bisa dulu.


Belajar motor kopling juga ga sengaja lhoo. Choco cerita in deh,,, kisah ini terjadi pd suatu malam, pas lg dianterin sm kk spupu


awalnya choco hanya iseng ngoceh tentang niatnya tuk belajar motor
hanya terpikir secara mendadak... "abang, ade mau belajar kopling dunk..."
abang menjawab "ade siap??? niyh udah malem lhoooo"
"Siap dong"


Akhirnya,,,
beberapa menit kemudian,,, choco tlah berada di depan. memegang stang satria itu
rendah juga posisi duduknya, choco pikir, klo motor satria itu lebih tinggi dari supra ternyata kebalikannya.




ini foto si satria beserta abang sebelum ganti warna list jadi merah


Sejurus kemudian,,,
Motor belom bergerak 1 meter pun
"koplingnya dek,,,," ujar abang


""kiri ditarik dikit trus kanannya gas juga, baru koplingnya lepas,,, pelan-pelan oi!!" Abang memberi aba-aba.
"aha..." choco membalas "Susah beud siyh pke kopling"
Setelah berkali" mencoba mempraktekkan yang diajarkan abang, akhirnya choco berhasil menjalankan Satria itu. 


Masalah yang muncul kemudian adalah cara berhenti -in motor ini.
hahaay...
dari plaza pondok indah perjalanan berlangsung tanpa perlu banyak ngerem. Sampai di kostrad, terjadi lah jetlag eh satria lag.


Cho ga siap tuk ngerem,, how to do it bro???
cho syiok tauuu
tapi akhirnya bisa juga ditangani.. My big bro langsung mengambil alih posisi rem tangan
ckiiiitt...
blam..
brenti juga


nah,,,
masalah berikutnya muncul saat di daerah palmerah. Lagi" krn cho berentiin motor dan ga bisa nyetarter dgn tepat.
lama banget berada di lampu lalulintas dari merah, kuning, ijo, mpe merahnya udah diulang 4-5 kali, cho tetep blom bisa  ngidupin motor kopling.


hm... lucu sih klo diinget" mpe diliatin tukang ojek. Dini hari, satria, yang pke cewe, yg baru belajar pula (apa ga da hari lain yaaaa)


eniwei,, perjalanan pulang kerumah mbah tetep berlanjut dgn cho sebagai pengendara... biar cepet bisa (kata abangqu).
rutenya dari rumah-keb. lama-palmerah-karet-ambassador-casablanca-bukit duri(kamp.melayu)
lah kok jadi mpe melayu yaa???
iya dong, kan waktu itu cho mau ngeprint tugas (lupa tugasnya apaan)
berhubung printer abang kehabisan tinta, jd belok kewarnet dulu.


Akhirnya perjalanan berakhir menjelang adzan subuh di rumah mbah, dan sejak saat itu, cho belom pernah mengendarai motor kopling lagi.


ma aci buat abang, yang udah mo sabar ngajarin ade
inget ga waktu itu hampir kebablasan belok karena ade bengong di tikungan
maaph klo bikin khawatir krn menurut abang, qta hampir " lewat" (padahal masi jauh)


miss u much
ade cho




Kamis, 05 Agustus 2010

Belajar dan terus belajar

Hidup adalah rangkaian proses belajar :
Belajar BERSYUKUR meski tidak cukup
Belajar IKHLAS meski tidak rela
Belajar TAAT meski itu berat
Belajar MEMAHAMI meski tak sehati
Belajar BERSABAR meski terbebani
Belajar SETIA meski tergoda
Belajar dan terus belajar dengan keyakinan setegar karang

Sudah kodratnya, hati seperti air laut bergelombang, pasang surut, dan sering terbawa arus
maka dari itulah Qta tetap harus terus belajar untuk tetap berada di jalan yang benar


BELAJARLAH agar menjadi seseorang yang LEBIH BAIK









Selamat belajar teman!!!

Rabu, 14 April 2010

Konferensi Perubahan Iklim Negara Muslim

Konferensi Perubahan Iklim Negara Muslim
Kamis, 8 April 2010 | 19:10 WIB

* Indonesia Salah Satu Penasihat Pembiayaan Perubahan Iklim

BOGOR, KOMPAS.com - Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta dijadwalkan membuka Konferensi Perubahan Iklim Negara Muslim, Jumat (9/4/2010) sekitar pukul 09.00. Konferensi yang dihadiri sekitar 150 orang dari 16 negara peserta berlangsung di IPB International Convention Center di kompleks Botani Square Mall Bogor.

Dalam siaran pers yang dikeluarkan Humas Pemko Bogor, Kamis (8/4/2010), disebutkan Menteri LH selain membuka juga memberi sambutan dalam konferensi tersebut. Pejabat lain yang memberi sambutan lainnya adalah Wali Kota Bogor Diani Budiarto dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. Dari pihak luar ngeri, yang memberi sambutan adalah Muhammad Hassan Awad dari Liga Universitas Islam, Kairo, Mesir.

Sekitar 150 perserta itu, 45 diantaranya adalah perwakilan dari pemerintahan kota di Indonesia, yang kotanya menjadi anggota Internasional Councils for Local Environmental Initiative (ICLEI), Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), dan CITYNET.

Pembicara ahli dalam konferesi tersebut antara lain Sead Elgezawi dari World Islamic Call Society, Tripoli, Libya (peneliti efek biologis terhadap pembuangan material organik dari limbah cair bahan bakar sintetis), Fazlun Khalid, pendiri Islamic Foundation for Ecology and Environmental Sciences (IFEES), Birmingham, Inggris, Emil Salim dari Dewan Pertimbangan Presiden RI.

Tiga agenda penting akan dibahas dalam konferensi tersebut. Yakni, masalah perubahan iklim dan aksi yang bisa dilakukan oleh umat Islam se-dunia, pembentukan Asosiasi Masyarakat Muslim untuk Aksi Perubahan Iklim (Muslim Association for Climate Change Action/MACCA), serta deklarasi empat kota menjadi kota hijau lestari (Green City). MACCA kedepannya diharapkan menjadi organisasi payung yang memandu kegiatan dan mengimplementasikan rencana aksi tujuh tahun berkaitan dengan perubahan iklim.

Jumat, 09 April 2010

DAUR ULANG KERTAS KIR SMUN 34 JAKARTA

Definisi "DAUR ULANG KERTAS"

Yaitu proses memisahkan serat-serat kertas menjadi serat benang kemudian diproses menjadi kertas lagi.

Tujuan daur ulang kertas :
-mengurangi limbah sampah kertas
-memproses kertas-kertas bekas menjadi barang hias yang siap pakai


Proses Daur Ulang Kertas
Alat
1. Papan kayu (ukuran sesuai kebutuhan) atau triplek
2. Kain tipis (kain hero/kain blacu/kain mori)
3. Screen dengan kerapatan 36 atau 38 (sesuaikan dengan kebutuhan)
4. Rakel (alat penekan untuk meniriskan air pada cetak saring / screen agar bubur kertas dapat menempel pada papan yang dilapisi kain)
5. Blender (untuk menghomogenkan jenis-jenis serat kain pada kertas)
6. Bak besar
7. Ember
8. Gunting/ cutter untuk memotong kertas & karakteristik


Bahan
1. Kertas yang sewarna dan sejenis, kecuali kertas majalah (kertas koran bisa digunakan setelah diolah)
2. Air
3. Lem (jika diperlukan) digunakan untuk mengumpulkan kembali serat-serat dan membuat kertas lebih tebal dan kuat.
4. Karakteristik -> pembentuk corak / tekstur pada permukaan kertas daur ulang. Dapat berupa daun, bunga, pelepah pisang, atau akar-akaran
5. Pewarna
a. alami -> kunyit, temulawak, bit, daun pepaya, daun suji, kembang teleng, kulit manggis, ampas kopi
b. buatan ->pewarna makanan, pewarna tekstil
6. Pemutih (digunakan untuk memutihkan kertas daur ulang, membersihkan noda-noda hitam tinta pada kertas)


Langkah-langkah pembuatan:

1. Siapkan robekan kertas yang direndam terlebih dahulu (waktu perendaman ±24 jam, jika tidak sempat, minimal 5 jam namun akan lebih baik jika lebih lama), dengan tujuan untuk membusukkan kertas agar kembali ke serat-seratnya.
Untuk kertas koran sebaiknya direbus/ direndam air panas selama 3 hari 3 malam agar noda hitam pada kertas koran hilang.
2. Siapkan papan yang telah dilapisi kain.
3. Hancurkan/ blender (perbandingan kertas dan airnya 1:3) hingga halus dan hasilnya menyerupai bubur kertas (pulp). Ulangi memblender 2-3 kali agar lebih halus.
4. Masukkan hasil bubur kertas tersebut ke dalam bak yang telah diisi air ± ¼ volume bak.
5. Ulangi langkah 3 dan 4 hingga perbandingan pulp dan bak dirasa cukup.
6. Blender karakteristik ataupun pewarna alami sesuai keinginan dengan dicampur sedikit air. Kemudian masukkan ke dalam bak dan aduk hingga merata.
7. Blender ±½ sendok teh lem dan air (jika diperlukan) kemudian masukkan dalam bak dan aduk hingga rata.
8. Berdirikan papan yang telah dilapisi kain dengan kemiringan ± 45⁰, kemudian basahi papan dengan air.
9. Masukkan screen ke dalam bak, sambil diayak kertasnya kemudian pulp disaring dan dicetak hingga rata ke bagian atas screen.
10. Tempelkan screen pada papan yang telah dibasahi. Gunakan rakel untuk meniriskan air pada screen agar kertas dapat menempel pada papan. Jika air sudah tidak menetes, lepaskan screen dengan kedua tangan secara serempak.
11. Ulangi langkah 9 dan 10 hingga pulp habis.
12. Jemur papan ditempat panas terik matahari ±1 jam, jika dengan suhu ruangan ±1 hari.
13. Setelah kering, cabut kertas dengan perlahan.



KIR SMAN 34 Jakarta
2010


NB;
buat non KIR
Selamat mencoba

buat alumni KIR 34,
yang mana karakteristik favoritmu???
ditunggu kehadirannya kembali di GRIYA KIR..
Qta DU bareng yuukk
ditunggu yaaaa
CU

kharisma ayuningtyas
KIR SMUN 34 angkatan XXI